<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MISBAH SHOIM HARIS</title>
	<atom:link href="http://mshoimharis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mshoimharis.wordpress.com</link>
	<description>Bertekad Berkarya Bersama</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jun 2008 13:06:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mshoimharis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MISBAH SHOIM HARIS</title>
		<link>http://mshoimharis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mshoimharis.wordpress.com/osd.xml" title="MISBAH SHOIM HARIS" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mshoimharis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MENIMBANG KEMBALI GERAKAN KAUM SANTRI</title>
		<link>http://mshoimharis.wordpress.com/2008/06/03/menimbang-kembali-gerakan-kaum-santri/</link>
		<comments>http://mshoimharis.wordpress.com/2008/06/03/menimbang-kembali-gerakan-kaum-santri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 10:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mshoimharis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mshoimharis.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : M Shoim Haris Staf Ahli FPG DPR RI &#38; Ketua Umum DKN FORSIS (Dewan Koordinasi Nasional Forum Silaturahmi Santri) Dalam era reformasi Indonesia banyak mengalami perubahan-perubahan yang signifikan. Salah satunya adalah perubahan sistem politik, dari sistem politik tertutup kepada liberalisme politik. Kebebasan berbicara, kebebasan berorganisasi dan kebebasan pers merupakan bentuk kebebasan masyarakat dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mshoimharis.wordpress.com&amp;blog=3536247&amp;post=4&amp;subd=mshoimharis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://mshoimharis.files.wordpress.com/2008/06/shoim1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-8" src="http://mshoimharis.files.wordpress.com/2008/06/shoim1.jpg?w=213&#038;h=300" alt="" width="213" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><em>Oleh</em> : <strong>M Shoim Haris</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong><span style="color:#008000;">Staf Ahli FPG DPR RI &amp; Ketua Umum DKN FORSIS (Dewan Koordinasi Nasional Forum Silaturahmi Santri)</span></strong></em></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Dalam era reformasi Indonesia banyak mengalami perubahan-perubahan yang signifikan. Salah satunya adalah perubahan sistem politik, dari sistem politik tertutup kepada liberalisme politik. Kebebasan berbicara, kebebasan berorganisasi dan kebebasan pers merupakan bentuk kebebasan masyarakat dalam mengekspresikan aspirasinya dalam bernegara dan berbangsa. Rakyat mulai berani mengemukakan hak-haknya sebagai warga negara. Fenomena ini menandakan bahwa kebebasan dalam masyarakat di masa reformasi sangat terbuka, walaupun kadangkala kebebasan itu sedikit menodai citra reformasi (anarkhisme, kekerasan massa, huru hara).</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Liberalisasi politik dalam era reformasi tidak dapat dihindari, karena liberalisasi politik merupakan proses mengefektifkan hak-hak poiltik yang melindungi kelompok-kelompok sosial dari tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh penguasa, liberalisasi politik ini termasuk salah satu tuntutan reformasi. Partai politik dan gerakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam sebuah negara yang menganut sistem demokrasi adalah suatu keniscayaan. Keberadaan partai politik dan lembaga-lembaga atau gerakan sosial adalah sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menata ulang kedudukan pemerintah dengan rakyat, yaitu pengawas pemerintah bukan sebagai pendukung pemerintah.</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Dalam masyarakat yang sedang belajar demokrasi tentunya selalu menginginkan sistem atau gerakan yang baru. Gerakan-gerakan yang inovatif, variatif dan inklusif merupakan gerakan yang nantinya akan menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang demokratis. Dalam dunia demokrasi, keberadaan partai hanyalah sebagai kendaraan politik menuju kekuasaan, kekuasaan adalah amanat rakyat. Kekuasaan akan berjalan ketika para elit politik memahami dan mengerti bahwa amanat (kekuasaan) itu tidak diraih dengan paksaan, tetapi melalui mekanisme pilihan-pilihan yang demokratis, yaitu Pemilu.</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;"><span id="more-4"></span></span><span style="color:#008000;">Politik juga diartikan sama dengan &#8220;gerakan&#8221;, yang merupakan perjuangan terus menerus antar kelompok-kelompok yang ada di dalam masyarakat. Proses gerakan merupakan tindakan individu yang tidak sendirian melainkan mewakili kepentingan kelompok dan memilih cara dan alternatif untuk bertindak atau bersaing dengan kelompok lain guna mendapatkan sumber dana atau daya. Maka pendekatan yang digunakan dalam menjelaskan perilaku santri yang menempati kelompok menengah Islam di Indonesia sebagai suatu kekuatan gerakan yang telah banyak mengalami pasang surutnya.</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Secara historis, gerakan santri sudah mulai ada di masa penjajahan, santri mempunyai andil besar dalam membangun nasionalisme dan mengusir para penjajah, artinya kekuatan santri dalam peta gerakan di Indonesia sangatlah diperhitungkan. Dalam kaitannya dengan pergeseran kekuatan sosial gerakan santri di Indonesia akhir ini, hendaknya masih dilihat sebagai proses pembentukan salah satu kekuatan terbesar. Potensi yang dimiliki oleh santri selama ini dinilai masih belum tereksplorasi dan termanfaatkan dengan baik dalam membangun bangsa, padahal santri merupakan individu-individu pilihan masyarakat yang diharapkan mampu berbuat sesuatu demi kebangsaan dan kesejahteraan umat. </span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Di masa reformasi gerakan santri sering mengalami fluktuatif, tetapi dalam perkembangannya gerakan santri akan menjadi kekuatan baru yang solid dan massif. Mereka mempunyai kelompok-kelompok yang cukup besar dan berpengaruh yang memungkinkan untuk dikerahkan. Dan santri tidak lagi berkutat dalam masalah-masalah <em>fiqhiyah, </em>namun sekarang santri berani berkecimpung di luar kehidupannya, yaitu dalam gerakan-gerakan sosial, budaya, ekonomi dan politik yang sebelumnya tabu bagi mereka. Santri ternyata merupakan pilar utama yang selama ini terbaikan dalam membangun bangsa Indonesia yang kuat dan besar untuk menjadi sebuah komunitas alternatif dalam krisis kepemimpinan bangsa saat ini.</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Dunia pesantren dan intelektualitas santri tampaknya menjadi daya tarik tersendiri, sehingga banyak mengundang minat dan perhatian para peneliti untuk mengkajinya. Meskipun dunia pesantren sering dikonotasikan sebagai &#8220;komunitas tradisional&#8221;, keberadaannya ternyata tidak dapat digantikan dengan lembaga pendidikan lainnya, pesantren dianggap oleh sebagian masyarakat mampu menjadi pendidikan alternatif dalam menanggulangi kenakalan remaja yang semakin meningkat.</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Perubahan zaman sudah berubah begitu cepat, begitu juga dengan perubahan yang terjadi dalam dunia pesantren dan santri. Santri yang dulunya identik dengan sorban, sarung dan kitab kuning, serta dianggap sebagai individu yang terpinggirkan, karena lingkungan pesantren dan santri merupakan sebagai komunitas yang tidak mampu bersaing dengan modernisasi. Namun, dengan religiusitas yang melekat pada diri santri, santri mampu menempatkan posisinya di tengah masyarakat sebagai basis masyarakat madani (civil society). Santri secara geografis sudah tersebar dimana-mana, begitu juga secara profesional kehidupan santri tersebar di beberapa sektor; ekonom, politikus, budayawan maupun pengusaha. Peran santri hari ini tidaklah dianggap sebelah mata, perubahan peran ini merupakan implementasi dari spiritualitas, intelektualitas dan moralitas yang dimiliki oleh kaum santri. </span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Di tengah masyarakat tentang kebutuhan akan santri dalam mengembangkan orientasi pemikiran agar umat Islam terlibat dalam proses demokratisasi dan modernisasi, santri saat ini dihadapkan pada persoalan perspektif global. Dipinggirkan oleh perspektif mayoritas yang negatif yang dipandang sebagai ancaman bagi keberlangsungan peradaban modern. Bahkan santri lebih dikenal dengan komunitas pelajar ’wong ndeso’ yang selalu jauh dari jangkauan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Pandangan inilah yang menguatkan umat Islam dalam keterbelakangan dan ketidakmampuan secara gerakan. Maka masalah utama yang dihadapi umat Islam saat ini untuk menjadi inklusif, demokratis dan modern adalah umat Islam dihadapkan pada latar kondisi formasi sosial ekonomi maupun konteks politik yang tidak mendukung bagi aktualisasi langkah tersebut.</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Santri sebagai identitas bangsa Indonesia dalam fokus gerakan akan menjadikan komunitas ini sebagai tumpuan masyarakat dalam turut serta membangun kepribadian bangsa yang independen, kuat dan berkarakter. Gerakan santri pada masa ini belum menunjukkan gerakan yang berkualitas. Gerakan santri yang berbasis kekuatan sosial yang membumi, merakyat, damai, sederhana dan bersahabat, serta memiliki etos dan semangat kerja tinggi belum nampak secara maksimal. Padahal kekuatan sosial santri terletak pada basis sosiologisnya, yaitu tatanan nilai yang terbentuk kelompok atau komunitas yang mempunyai ikatan emosional yang solid yang mampu mengintegrasikan masyarakat sehingga dapat dijadikan <em>support </em>terhadap berkembangnya organisasi untuk dimanfaatkan sebagai daya gerakan. Sebagai masyarakat berciri khas kepesantrenan, bangsa Indonesia memberikan penghargaan dan posisi penting bagi sosok santri atau rakyat. Peran santri tidak hanya terbatas pada permasalahan agama saja, namun juga secara luas berpengaruh dalam kehidupan, seperti persoalan sosial dan politik. </span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Maka, menarik untuk ditelaah kembali gerakan santri yang dulunya solid dan massif di masa kemerdekaan, akhir ini malah menunjukkan dekadensi gerakan yang kendor. Hal ini disebabkan karena gerakan santri selalu didominasi perselisihan antar elit pesantren. Maka tidak salah jika gerakan santri hari ini perlu diperbaharui dengan maksud untuk membangkitkan kembali nasionalisme serta menanamkan nilai-nilai keislaman sebagai awal dari proses kecintaan terhadap budaya bangsa Indonesia. </span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Adanya gerakan santri adalah untuk menjaga ajaran Islam agar mampu dibumikan, dijalankan sebagai pedoman bagi manusia untuk menata kehidupannya. Maka tugas setiap individu santri adalah mendorong nilai-nilai Islam tumbuh di dalam masyarakat, bukan justru sebaliknya terjebak dalam perselisihan di antara mereka sendiri. Apakah perselisihan diakibatkan karena adanya klaim kebenaran pada masing-masing gerakan ataupun ditimbulkan karena perbedaan kepentingan yang menjadi motifnya. Sebuah pemikiran yang jernih dan terbuka harus dimunculkan dalam setiap gerakan umat Islam (gerakan santri), sehingga pintu perbaikan selalu terbuka jika terjadi konflik atau perselisihan suatu hal.</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Potensi setiap umat juga berbeda, maka diperlukan sinergitas di antara semua potensi kelompok. Apa yang menjadi kelebihan suatu kelompok belum tentu dimiliki oleh kelompok yang lain. Sinergitas ini sangat diperlukan agar gerakan santri secara keseluruhan terasa komprehensif. Dengan pola ini diharapkan semua gerakan organisasi Islam (santri) mempunyai arti sebagai gerakan dakwah, yang mempunyai cita-cita untuk membangkitkan Indonesia dari keterpurukan menuju kedamaian dan kesejahteraan serta menjadikan Islam sebagai</span></p>
<p style="text-align:left;"><em>rahmatan lil ’alamin.</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mshoimharis.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mshoimharis.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mshoimharis.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mshoimharis.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mshoimharis.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mshoimharis.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mshoimharis.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mshoimharis.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mshoimharis.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mshoimharis.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mshoimharis.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mshoimharis.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mshoimharis.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mshoimharis.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mshoimharis.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mshoimharis.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mshoimharis.wordpress.com&amp;blog=3536247&amp;post=4&amp;subd=mshoimharis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mshoimharis.wordpress.com/2008/06/03/menimbang-kembali-gerakan-kaum-santri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mshoimharis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mshoimharis.files.wordpress.com/2008/06/shoim1.jpg?w=213" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
